Saturday, 16 March 2013

Kota, Arsitek dan Ridwan Kamil

Akhir-akhir ini mengikuti perkembangan perpolitikan di Indonesia yang sedang hangat-hangatnya dengan sejumlah perhelatan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala daerah di sejumlah propinsi dan kota di Indonesia. Berita terkini yang membuat saya tertarik adalah dengan diusungnya seorang Arsitek untuk menjadi calon walikota Bandung oleh beberapa partai politik.
Menarik untuk mencermati tokoh arsitek yang diusung adalah sosok Ridwan Kamil atau yang lebih populer dengan sebutan kang Emil. Belia adalah seorang arsitek ternama yang peduli dengan perkotaan beserta isu-isu sosial. Ini merupakan sebuah hal yang spesial bagi saya pribadi sebagai orang yang sama-sama berada dalam jalur profesi yang sama yaitu arsitek, walaupun saya msaih belum layak untuk disebut arsitek, namun setidak-tidaknya latar belakang pendidikan saya dan Kang Emil adalah sama-sama pernah belajar arsitektur.

****
Sekarang mari berbincang mengenai Kota, Arsitek dan Ridwan Kamil...

Kota merupakan hasil peradaban manusia. Kota pada hakikatnya merupakan sebuah kesatuan dari tiga komponen yang meliputi penduduk, kegiatan usaha serta ruang tempat fisiknya. 
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pertumbuhan populasi manusia meningkat tajam, gelombang perpindahan penduduk menuju kota-kota menjadi hal yang tidak terelakkan. Kota telah menjadi magnet bagi wilayah disekitarnya. Para ahli dan pengamat perkotaan telah memprediksi bahwa 70% populasi global pada tahun 2050 akan tinggal di perkotaan. Kondisi ini akan memunculkan berbagai tantangan, diantaranya persediaan lahan, energi, sumberdaya alam. Berbagai dampak buruk juga sudah diprediksi seperti meningkatnya polusi, permasalahan sosial, keamanan, rusaknya lingkungan dan lain sebagainya. 
"Masa depan peradaban manusia itu berada di Kota. Kalau salah mengelola kota maka hancurlah peradaban." (Ridwan Kamil)
Arsitek sebagai salah satu profesi yang bersentuhan langsung dengan perkembangan kota memiliki tanggung jawab dan peranan penting di masa depan. Kreatifitas, inovasi dan ide-ide dari arsitek diharapkan tidak hanya berdampak dalam pembangunan kota saja namun juga harus dapat menjawab tantangan-tantangannya, seperti:
  • Tanggap terhadap kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya serta penggunaan energi.
  • Mengembangkan kota yang tanggap terhadap bencana alam dan bencana buatan manusia.
  • Mengembangkan kota yang berkelanjutan.
  • Mengembangkan kegiatan perekonomian, pendidikan serta memberikan peluang untuk kreativitas warganya.
Peran dan tanggung jawab arsitek di masa yang akan datang akan sangat penting sebagai salah satu agen terhadap perkembangan kota. Karya-karya arsitek idealnya tidak hanya mengedepankan ide-ide dan inovasi yang hanya diperuntukkan bagi pemilik modal atau pemilik proyek saja. Sudah saatnya arsitek berpikir luas melalui lintas pihak untuk menghasilkan karya-karya yang bisa mempengaruhi banyak pihak dan golongan.

Ada sebuah presentasi yang sangat menarik yang disampaikan oleh Ridwan Kamil, terkait dengan inspirasi-inspirasi beliau dalam upaya melakukan perubahan sosial diperkotaan.



Berkembangnya isu hangat mengenai majunya Ridwan Kamil sebagai calon walikota Bandung, membawa saya ke sebuah situs Wordpress beliau yang berisi tentang tulisan-tulisan beliau mengenai dunia arsitektur, perkotaan dan lain-lain. Sebuah kaliat menarik pada bagian About me adalah "Ridwan Kamil is a daydreamer and city lover". Jika Ridwan Kamli terpilih untuk menjadi walikota Bandung maka ini merupakan lompatan besar bagi Kang Emil untuk menginspirasi kita semua dalam membangun kota yang lebih baik lagi.