Saturday, 21 July 2012

Sintingnya Seorang Seniman

Djoko Pekik

kalau pada postingan sebelumnya berkiash tentang kesintingan yang erat dengan orang jenius, maka tidak ada yang akan membantah kalau seniman yang paling sering berkawan dengan kesintingan.

Alkisah seorang seniman dari nusantara yang bernama Djoko Pekik pernah melakoni kesintingan yang edan atau kalau mau di balik menjadi ke edanan yang sinting,.. (sama saja hehe,.. sama-sama sinting dan edan).

Djoko Pekik Lahir di Purwodadi, pada 1937, ia merupakan salah satu seniman yang dikenal dengan karya-karyanya yang kritis terhadap situasi politik di negara ini. Ia pernah merasakan dinginnya ruang penjara selama tujuh tahun, sejak 8 November 1965 sampai dengan tahun 1972 sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. Itu adalah kenangan pahit yang tak mudah dilupakannya.

Berburu Celeng



Karya nya yang berjudul Indonesia 1998 Berburu Celeng (1998). Lukisan ini dibuat Djoko saat rezim Orde Baru digoyang. Sebuah lukisan yang menggambarkan bagaimana semua orang beramai-ramai memburu celeng. Bahkan, setelah ditangkap, celeng itu pun dikeler bersama-sama pula. Lukisan ini terjual dengan harga satu milyar yang membuat ia dijuluki seniman satu milyar. Konon kata berita-berita setelah terjual dengan harga satu milyar ia sempat membeli sebuah bus Mercedes Benz berukuran sedang. setiap pagi ia menikmati sarapan pagi di dalam bus tersebut sambil mendengarkan siaran radio. Busnya cuma parkir di halaman rumahnya. Sewaktu ditanya kenapa tidak jalan-jalan dengan mengendarai bus tersebut, ia menjawab karena ia tidak bisa mengendarai bus.


Ternyata kekayaan mendadak seorang seniman berbeda tipis dengan kesintingan. Dasar sinting!..